AdvertorialBerauDPRD BerauIndonesiaKaltimLingkunganNasionalPembangunanPemerintahanPemkab BerauPendidikan

Syarifatul Syadiah Ingin Lindungi Generasi Muda Lewat Aturan Jam Malam

Haloberau.com, TANJUNG REDEB РWakil ketua I DPRD Berau, Syarifatul Syadiah menilai pemerintah daerah Berau harus memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur jam malam bagi anak usia sekolah untuk menanamkan sifat disiplin tinggi, serta mencegah keterlibatan anak  dalam tindak kriminal jalanan. Perda tersebut sudah diterapkan di beberapa daerah lain di Indonesia, sehingga menurutnya perlu dipertimbangkan.

Disebutkannya, untuk pengajuan Rancangan peraturan Daerah (Raperda) ada beberapa administrasi atau syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya didukung minimal 5 orang anggota dewan.

“Karena salah satu syarat munculnya Raperda inisiatif Dewan itu minimal 5 orang anggota dewan, jadi tidak bisa sendiri, jadi kesempatan bagi kami menawarkan kepada teman-teman di Dewan,” jelasnya.

Sebab usulan ini bisa saja muncul dari usulan komisi yang membidangi pendidikan di DPRD Berau, atau juga usulan fraksi. Syarifatul menyebutkan, bahkan bisa diusulkan oleh Fraksi. Misalnya Fraksi Golkar secara keseluruhan yang jumlahnya 5 orang atau lebih.

Maka usulan itu bisa dimasukan dalam daftar raperda inisiatif DPRD Berau. Ditanya soal wacana itu, Politisi Golkar ini menyebutkan sebuah ide yang sangat bagus. Sebab menurutnya, Pemkab berau perlu memiliki Perda-Perda yang bermanfaat untuk masyarakat dan juga ditujukan khusus pada generasi muda.

“Jangan terlena dan terbuai dengan kemudahan-kemudahan, kebahagiaan sesaat dan semu yang justru malah bisa menjerumuskan anak muda kita,” lanjutnya.

Karena ia menilai, pemberlakuan jam belajar malam ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral pemerintah terhadap generasi muda Berau. Apalagi sudah ada beberapa daerah di Indonesia yang lebih dulu menerapkannya melalui Peraturan Daerah.

“Jika ada aturan yang mengatur anak-anak agar tidak berkeliaran pada jam-jam tertentu mestinya juga ada sanksinya kan, kecuali yang memang mendesak,” jelansya.

Dari sudut pandang manfaat, Syarifatul menyebutkan memang ada tanggung jawab pemerintah daerah terhadap generasi muda. Melalui wacana ini, ia menilai bisa memberikan dampak positif bagi anak-anak usia sekolah untuk disiplin belajar serta melakukan hal-hal positif.

Namun terpenting menurutnya adalah peran orang tua. Sebab sekolah hanya menjadi media dengan waktu terbatas. Keterlibatan langsung orang tua dalam mendampingi anak dalam belajar jauh lebih efektif dan efisien. Bahkan mungkin jika ada regulasi seperti pemberlakuan jam belajar malam ini bisa lebih menguatkan peran orang tua di rumah.

“Tentu peran orang tua yang lebih dominan dalam pendidikan, kita tidak bisa menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak-anak kita atau generasi muda kepada sekolah karena ya itu tadi terbatas,” tutupnya. (Adv/ed)