BerauHukumIndonesiaKaltimNasional

Eksekusi Mantan Kadispora, Keluarga Histeris Hingga Sebut Nama Camat Gunung Tabur

Haloberau.com, TANJUNG REDEB – Kejaksaan Negeri Berau, Kalimantan Timur melakukan eksekusi terhadap Kepala Dinas Pertanahan Berau, berinisial SP, atas dugaan kasus korupsi pengadaan lahan lapangan sepak bola di Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, tahun anggaran 2014, saat dirinya masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau.

SP dijemput petugas Kejaksaan Berau di rumahnya, di Kelurahan Sambaliung, Senin (13/6/2022). Penjemputan SP ini diwarnai isak tangis istrinya hingga histeris. Istri SP juga sambil memperlihatkan konstruksi rumah kayu sederhana jauh dari kesan mewah yang ia tempati bersama anak-anaknya.

SP menegaskan dirinya tidak bersalah dalam kasus ini. SP juga terus menerus menyebut nama Camat Gunung Tabur di hadapan awak media, yang saat itu sebagai Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek pengadaan lahan sepak bola Dispora Berau.

Dalam kasus saya ini mudah-mudahan mendapat hikmah dari yang maha kuasa. Karena demi Tuhan saya bersumpah dan fakta di persidangan pun tidak ada yang terbukti satu pun dakwaan ke saya ini. Satu pun tidak ada yang bisa dibuktikan di persidangan,” kata SP.

SP mengatakan tidak akan tinggal diam dan akan menempuh upaya terakhir untuk melakukan Peninjauan Kembali (PK) dalam kasus ini. Ia telah berkoordinasi dengan pengacaranya untuk membuka kebenaran dan menyeret sejumlah nama lain, mantan pejabat dinas di Dispora Berau, termasuk Camat Gunung Tabur saat ini.

“Tidak menutup kemungkinan, PPK, PPTK dan Pejabat Pengadaan itu akan ikut nanti terseret. Bukan saya sendiri, masa PPK nya aman, PPTK nya aman. Yang tanda tangan kontrak itu PPK, bukan saya. Saat ini dia sedang bergembira dan bersenang-senang di luar sana, biarkan saja,” tuturnya.

Sementara itu, Kejari Berau, Nislianudin mengatakan, kasus korupsi lahan sepak bola ini sudah melalui proses penyidikan dengan memeriksa puluhan saksi, termasuk PPK yang saat ini menjabat sebagai Camat Gunung Tabur. Proses penyidikan kasusnya juga dinyatakan sudah selesai dengan menetapkan empat orang tersangka, termasuk SP.

“Penyidikan kasus ini sudah selesai,” tegas Kajari Nislianudin.

Eksekusi ini dilakukan usai putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) sudah terbit untuk memerintahkan melakukan penahanan dan menjadikan status SP sebagai terpidana. Dalam putusannya, SP dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dan dikenakan denda Rp 200 juta rupiah. Usai dilakukan pemeriksaan, SP keluar dari ruangan tim penyidik menggunakan rompi tahanan dan langsung dibawa ke Rumah Tahanan Tanjung Redeb.

“Seperti yang teman-teman pertanyakan kemarin, kasasinya sudah turun dan kami telah melakukan eksekusi terhadap terpidana dan langsung diserahkan ke Rumah Tahanan Tanjung Redeb,” pungkasnya. (end)