BerauHukumIndonesiaKaltimKampungNasional

Ungkap Kasus Korupsi Proyek Pembangunan di Biduk-Biduk

Holoberau.com, TANJUNG REDEB – Kejaksaan Negeri Berau, Kalimantan Timur berhasil mengungkap kasus tindak pidana korupsi proyek pembangunan di Kampung Giring-Giring, Kecamatan Biduk-Biduk, Senin (17/1).

Dalam kasus ini, Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Berau telah menetapkan Direktur Utama CV Sinergi Multikarya berinisial Ml sebagai tersangka.

Dalam press release yang digelar di Kantor Kejaksaan, Kepala Kejaksaan Negeri Berau, Nislianudin menjelaskan bahwa, tersangka berinisial Ml merupakan kontraktor pelaksana proyek pembangunan jalan usaha tani warga dan penimbunan bronjong dengan menggunakan anggaran Alokasi Dana Kampung (ADK) tahun 2018-2020.

“Ada tiga proyek yang dikerjakan, diantaranya pengerjaan jalan usaha tadi di RT 01 dan RT 04 serta penimbunan Bronjong di RT 03,” ujar Kejari, Nislianudin ke awak media.

Tiga proyek pembangunan yang dikerjakan tersebut dikatakan Nislianudin, ada ditemukan pelanggaran yang menimbulkan kerugian negara sebesar Rp449.124.689,67 (empat ratus empat puluh sembilan juta seratus dua puluh empat ribu enam ratus delapan puluh sembilan rupiah enam puluh tujuh sen).

“Total anggaran proyek yang dikerjakan mencapai 900 juta dan ditemukan kerugian negara yang ditimbulkan sebesar 400 juta lebih,” ungkapnya.

Kasus ini sudah diselidiki Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri sejak Oktober 2021 lalu, dengan memeriksa 47 saksi, termasuk Kepala Kampung Giring-Giring.

“Aparatur kampung juga sudah kita periksa, termasuk Kepala Kampungnya,” tegasnya.

“Adapun barang bukti yang diamankan berupa dokumen surat perintah kerja, dokumen berita acara pembayaran dan dokumen berita Acara penerimaan hasil pekerjaan,” tambahnya.

Dari hasil penyidikan diketahui proyek yang dikerjakan tersangka memiliki kekurangan volume pekerjaan yang tidak sesuai dengan ketentuan teknis ataupun perhitungan volume yang tidak riil, sehingga atas pembayaran kegiatan tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan secara sah.

“Sesuai dengan hasil audit reguler yang telah dilakukan oleh Inspektorat Daerah Kabupaten Berau, ditemukannya temuan berupa kelebihan pembayaran dan ketidaklengkapan administrasi dalam pengelolaan keuangan Kampung Giring-Giring,” terangnya.

Nilianudin juga mengatakan jika dalam kasus ini tidak menutup kemungkinan akan ditemukannya tersangka baru.

“Penyidikan kasus ini belum tuntas dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru,” pungkasnya.

Dalam tahap penyidikan ini, tersangka Ml akan dilakukan penahanan pertama selama 20 hari di Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb.(*)